ARTIKEL

Oleh : Fanny Hertin, S.Farm.,Apt.
Jabatan/Bagian : Kepala Instalasi Farmasi

Diposting Pada Tgl : 23/12/2025

Ketika Kotak Obat Menjadi Penjaga Kesehatan Keluarga


Di setiap rumah hampir pasti ada "kotak obat"—entah berupa lemari kecil, kotak plastik, atau hanya sebuah laci tempat keluarga menyimpan berbagai obat untuk berjaga-jaga. Namun, tahukah Anda bahwa bagaimana obat disimpan sering kali menentukan apakah obat tersebut tetap aman dan efektif saat digunakan?

Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan, persediaan obat di rumah pun semakin beragam.Mulai dari vitamin harian, obat penurun demam, salep luka ringan, hingga obat rutin bagi anggota keluarga tertentu. Sayangnya, tidak semua orang memahami bahwa obat bisa rusak bila disimpan sembarangan. Maka, penyimpanan obat yang benar bukan hanya soal kerapian, melainkan bagian penting dari keselamatan keluarga.

Obat adalah produk yang sensitif. Panas, kelembapan, cahaya, bahkan kondisi kemasan yang terbuka dapat membuat obat kehilangan khasiatnya. Obat yang berubah warna, rapuh, mengendap, atau terpisah adalah tanda kerusakan yang perlu diperhatikan. Maka dari itu Membangun “Ruang Aman” bagi Obat di Rumah sangat lah penting. Bagai mana cara Membangun “Ruang Aman” bagi Obat di Rumah?

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk Membangun “Ruang Aman” bagi Obat, antaranya:

  1. Kotak Khusus Penyimpanan Obat
    Pilih wadah yang terlindung dari debu dan jauh dari jangkauan anak-anak. Bila memungkinkan, gunakan kotak dengan kunci. Simpan Obat dalam Kemasan Asli. Kemasan adalah identitas dan pelindung obat. Jangan memindahkannya ke wadah lain tanpa kebutuhan. Karena dalam kemasan obat tersebut terdapat informasi obat seperti cara penyimpanan, tanggal kadaluwarsa obat, nama obat dan kandungan obat.
  2. Tempat Sejuk, Kering, dan Tersembunyi
    Sebagian besar obat perlu disimpan dalam suhu ruang (15–25°C). Jangan menyimpan obat di tempat lembap seperti kamar mandi atau dekat dapur dan simpan obat di tempat yang terlindung dari Cahaya matahari.
  3. Pisahkan Obat Berdasarkan Jenis:
  • Obat oral (tablet, kapsul, sirup)
  • Obat luar (salep, antiseptik, krem)
  • Suplemen/vitamin
  • Obat anak
  • Penyimpanan Obat yang Membutuhkan Kulkas

4.  Obat tertentu seperti insulin, vaksin yang diberikan untuk rumah, atau tetes mata yang sudah dibuka memerlukan penyimpanan lemari es (2–8 Derajat Celcius). Pastikan:

  • Tidak diletakkan di freezer
  • Ditempatkan di rak tengah/kulkas, bukan pintu
  • Terhindar dari kontaminasi makanan

Ayo Cek Kotak Obat Anda!


Periksa obat yang tersimpan setiap 3 bulan secara berkala, periksa Kembali tanggal kadaluwarsa, perubahan bentuk dan warna obat, kerusakan kemasan, atau obat anak yang sudah tidak sesuai usia. Jika obat ada yang sudah kadaluwarsa atau ada perubahan warna, bau dan bentuk, maka segera pisahkan dan buah obat tersebut dengan aman. Berikut tips membuang obat dengan aman :


Cara Membuang Obat dengan Aman


1.    Pisahkan Obat yang Sudah Tidak Layak Pakai

Buang obat jika:

  • Sudah kedaluwarsa
  • Obat yang sudah tidak ada tanggal kadaluwarsanya.
  • Mengalami perubahan warna, bau, atau bentuk
  • Kemasan rusak atau label hilang
  • Obat anak yang sudah lewat masa pakai setelah dibuka
  • Antibiotik sirup yang masa simpannya hanya 3–7 hari setelah dilarutkan

2.    Jangan Membuang Obat ke Toilet atau Saluran Air
Banyak orang beranggapan membuang obat cair ke kloset itu aman. Padahal, bahan aktif obat dapat mencemari air tanah dan sungai, merusak ekosistem, serta mengganggu kualitas air.

3.    Campurkan Obat dengan Bahan yang Tidak Menarik
Untuk mencegah penyalahgunaan atau konsumsi yang tidak sengaja:
Campurkan obat dengan:

  • Bubuk kopi
  • Tanah
  • Pasir kucing
  • Serbuk kayu

Setelah tercampur, obat tidak lagi menarik untuk diambil atau dikonsumsi.


4.    Masukkan ke Wadah Tertutup
Setelah dicampur, masukkan ke:

  • Kantong plastik tebal
  • Wadah tertutup rapat
  • Botol bekas


Pastikan wadah ditutup rapat sebelum dibuang ke tempat sampah rumah tangga.


5.    Untuk Obat Cair, Gunakan Metode Penyerap
Gunakan bahan penyerap seperti:

  • Tisu
  • Serbuk penyerap
  • Tanah
  • Pasir

Tujuannya agar cairan tidak bocor atau tumpah saat dibuang.

6.    Lepas Label Kemasan

Sebelum membuang botol obat:

  • Lepas atau coret label
  • Hapus informasi pribadi pasien

Ini untuk melindungi privasi dan mencegah penyalahgunaan informasi.


7.    Serahkan ke Fasilitas Kesehatan (Jika Ada Program Pengembalian)
Beberapa apotek atau fasilitas kesehatan menerima obat kedaluwarsa untuk dimusnahkan secara aman. Jika tersedia, ini adalah pilihan terbaik.


8.    Jangan Berikan Obat yang Sudah Tidak Anda Gunakan kepada Orang Lain, karena :

  • Dosis tidak cocok
  • Kondisi kesehatan berbeda
  • Risiko interaksi obat
  • Berpotensi membahayakan

Apakah Anda Mempunyai Pertanyaan?

Untuk Informasi lebih lengkap, Anda dapat menghubungi customer service kami 0266-241461/241463 - Nomor Gateaway 0858 6179 3307

Jl.Jendral Sudirman No.3 kota Sukabumi Jawa Barat 43123
(0266)22663, 241461, 241463
Admin SAFA (Salam Assyifa) 0856-5986-4559
rsi_assyifa@yahoo.co.id - pemasaranassyifa@yahoo.com