Artikel Assyifa

Oleh : dr . M. Nurfazrul
Jabatan/Bagian : Dokter umum

Diposting Pada Tgl :

Mari Mengenal Penyakit TBC


Tuberculosis merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan angka kematian terbesar di dunia. Tuberculosis ialah penyakit disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis yang dapat menular dan paling sering menyerang bagian paru. Mycobacterium Tuberculosis merupakan kuman yang menyerang pernapasan bagian bawah. Bentuk penularannya yaitu melalui penderita Tuberculosis BTA + saat batuk atau bersin. Penyebaran kuman melalui udara dalam bentuk droplet (dahak) yang dapat bertahan pada suhu kamar selama beberapa jam. Droplet ini dapat terhirup ke dalam saluran pernapasan lalu menyebar dari paru ke bagian tubuh lainnya melalui system peredaran darah, saluran napas, atau penyebaran langsung ke bagian tubuh lainnya.

Walaupun tubuh dapat mengandung bakteri yang menyebabkan tuberkulosis, sistem daya tahan tubuh umumnya bisa mencegah seseorang menjadi sakit. Oleh sebab itu, dokter umumnya membedakan antara tuberkulosis laten dan tuberkulosis aktif. Pada tuberkulosis laten, seseorang memiliki infeksi tuberkulosis, namun bakteri menetap di dalam tubuh pada kondisi yang inaktif dan tidak mengalami gejala. Tuberkulosis laten, yang juga disebut sebagai tuberkulosis inaktif atau infeksi tuberkulosis, bukan merupakan kondisi yang menular. Namun, kondisi ini dapat berubah menjadi tuberkulosis aktif, yang membuat penanganan menjadi penting bagi individu dengan kondisi ini, selain juga untuk mencegah penyebaran tuberkulosis.

Pada tuberkulosis aktif, individu menunjukkan tanda dan gejala serta dapat menularkan kuman yang ada di dalam tubuhnya. Kondisi ini dapat terjadi setelah beberapa minggu terinfeksi oleh bakteri tuberkulosis, maupun bertahun-tahun setelahnya. Tanda dan gejala yang sering dikeluhkan oleh penderita tuberculosis adalah batuk-batuk yang berlangsung tiga minggu atau lebih,batuk darah, nyeri dada, atau nyeri yang timbul saat bernapas atau batuk, penurunan berat badan yang tidak disengaja, kelelahan, demam yang dirasakan naik turun, keringat berlebih di malam hari, penurunan nafsu makan.

Tuberkulosis juga dapat terjadi pada bagian tubuh lainnya, termasuk ginjal, tulang belakang, atau otak. Saat tuberkulosis terjadi di paru-paru, tanda dan gejala dapat bervariasi sesuai dengan organ yang terlibat. Misalnya, tuberkulosis yang terjadi pada tulang belakang dapat menyebabkan nyeri punggung, dan tuberkulosis yang terjadi pada ginjal dapat menyebabkan terdapatnya darah pada urine.Terdapat beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk memastikan adanya penyakit ini ialah pemeriksaan diagnostic, pemeriksaan sputum, skin test (mantoux), roentgen, pemeriksaan histologi, biopsi jaringan paru, pemeriksaan elekrolit, analisa gas darah, dan pemeriksaan fungsi paru. 

Orang yang terdiagnosis dengan tuberkulosis aktif umumnya disarankan untuk mengonsumsi kombinasi pengobatan selama enam bulan atau lebih. Lamanya konsumsi obat bergantung dari berbagai hal, termasuk lokasi infeksi, riwayat mengalami tuberkulosis sebelumnya, dan sebagainya. Apabila durasi pengobatan tidak ditaati, terdapat kemungkinan bahwa infeksi tuberkulosis dapat berulang kembali. Dokter umumnya meresepkan kombinasi beberapa pengobatan pada tuberkulosis aktif. Obat-obatan yang dikonsumsi pada individu dengan tuberkulosis aktif terkadang dapat menyebabkan beberapa efek samping, di antaranya penurunan nafsu makan, perubahan warna urine, baal atau kesemutan, mual dan muntah, kuning pada kulit, atau nyeri perut. Apabila seseorang mengalami efek samping dari pengobatan, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter yang menangani guna dievaluasi lebih lanjut.

Selain pengobatan pencegahan juga penting dilakukan, sebagian besar orang yang tinggal di area berisiko tinggi akan mendapatkan vaksinasi BCG pada masa anak-anak. Vaksinasi ini dapat melindungi terhadap penularan beberapa jenis bakteri penyebab tuberkulosis. Terdapatnya bakteri tuberkulosis di dalam tubuh tidak berarti bahwa seseorang akan mengalami tanda dan gejala dari tuberkulosis aktif. Pada individu yang terinfeksi dan tidak menunjukkan tanda dan gejala, kemungkinan individu tersebut mengalami tuberkulosis laten. Dokter dapat merekomendasikan pemberian pengobatan untuk tuberkulosis dengan pertimbangan khusus pada kondisi tersebut. Orang dengan tuberkulosis aktif disarankan untuk menghindari tempat keramaian selama beberapa minggu pertama pengobatan hingga tidak lagi menular. Selain itu, orang dengan tuberkulosis aktif juga disarankan untuk menggunakan masker untuk mencegah partikel yang mengandung bakteri tuberkulosis menyebar melalui udara.

 

Silahkan Berkomentar dengan baik dan sopan

Apakah Anda Mempunyai Pertanyaan?

Untuk Informasi lebih lengkap, Anda dapat menghubungi customer service kami 0266-241461/241463

Alamat Jl.Jendral Sudirman No.3 kota Sukabumi 43123
Telp. (0266)22663,241461,241463
Fax. (0266)213433, 223742
Email. rsi_assyifa@yahoo.co.id - pemasaranassyifa@yahoo.com