ARTIKEL

Oleh : Lilis Lisnaeni, AmG.
Jabatan/Bagian : Kepala Instalasi GIzi

Diposting Pada Tgl : 25/09/2025

CEGAH STUNTING DENGAN POLA ASUH YANG TEPAT


Stunting menjadi salah satu problematika di dunia kesehatan yang sangat perlu mendapatkan perhatian yang terus menerus dari berbagai pihak, guna mengurangi angka prevalensinya di Indonesia. Menurut World Health Organization (WH)), stunting merupakan gangguan perkembangan pada anak disebabkan oleh gizi buruk, infeksi yang berulang serta stimulasi psikososial atau dukungan lingkungan sekitar yang tidak mencukupi terutama pada masa 1.000 hari pertama kehidupan anak.


Generasi ‘emas’ dihasilkan dari keluarga yang berkualitas. Terjadinya stunting dipengaruhi oleh unsur terkecil yaitu keluarga dan lingkungan masyarakat sebagai unsur yang lebih luas. Lingkungan keluarga berpengaruh terhadap asupan makanan, baik pada ibu maupun balitanya. Lingkungan terkecil ini juga menstimulasi munculnya factor resiko lain yang secara langsung berdampak pada terjadinya stunting, seperti penyakit infeksi dan pola asuh.

Faktor penyebab utama stunting :

  • Gizi buruk pada ibu hamil
  • Kekurangan asupan nutrisi, vitamin, dan mineral selama kehamilan dapat menghambat tumbuh kembang janin dan meningkatkan risiko stunting pada anak.
  • Gizi buruk pada anak
  • Anak yang tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup dan bervariasi, terutama protein hewani, sejak usia dini akan mengalami kekurangan gizi kronis yang menyebabkan stunting.
  • Kurangnya pengetahuan ibu. Pengetahuan ibu yang minim mengenai gizi seimbang, pola makan yang benar, dan pentingnya 1.000 HPK dapat menyebabkan praktik pengasuhan yang kurang baik.
  • Akses terbatas ke makanan bergizi
  • Rendahnya akses terhadap makanan bergizi, terutama sumber protein hewani, baik bagi ibu maupun anak, berkontribusi pada kekurangan nutrisi.
  • Sanitasi dan air bersih yang buruk
  • Lingkungan yang tidak bersih dan kurangnya akses terhadap air bersih dapat menyebabkan infeksi berulang pada anak, yang menghambat pertumbuhan dan perkembangan mereka.

Faktor pendukung lainnya :

  • Kemiskinan
    Keterbatasan ekonomi seringkali berkaitan dengan ketidakmampuan memenuhi kebutuhan gizi dan akses terhadap layanan kesehatan yang memadai.
  • Kesehatan ibu
    Infeksi pada ibu, kehamilan remaja, dan masalah kesehatan ibu lainnya dapat mempengaruhi kondisi anak.
  • Praktik pengasuhan
    Pola asuh yang tidak tepat dalam pemberian makan dan perawatan anak juga menjadi factor penting yang mempengaruhi status gizi anak.
  • Akses layanan kesehatan
    Rendahnya akses ke layanan kesehatan, termasuk pelayanan antenatal dan post natal, juga menjadi factor penting penyebab stunting.

Anak stunting dapat terjadi pada balita dibawah usia 5 tahun, tetapi dampak permanen stunting seringkali baru terlihat dan sulit diperbaiki setelah usia 2 tahun, terutama pada periode kritis 1.000 HPK yang mencakup masa kehamilan hingga usia 2 tahun. Namun stunting bisa terjadi sejak dalam kandungan dan baru terdeteksi jelas saat anak berusia 2 tahun.

Dalam pencegahan stunting, peran orang tua yaitu  ibu dan ayah sangat penting terutama dalam hal pengasuhan dan penyediaan makanan yang cukup gizi. Untuk mendapatkan zat gizi yang baik juga diperlukan pengetahuan orang tua yang baik pula dalam memberikan makanan bergizi seimbang. Pola pengasuhan orang tua erat kaitannya dengan perilaku dan kebiasaan keluarga terutama dalam pemberian makan bagi anak-anaknya. 
Peran ibu dalam mencegah stunting adalah :

  1. Selama kehamilan : 
  • Mengkonsumsi makanan tinggi protein
  • Rutin periksa kehamilan
  • Mengkonsumsi tablet tambah darah jika diperlukan

 

     2. Selama menyusui :

  • Memberikan ASI Eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan
  • Melanjutkan pemberian ASI disertai MPASI yang baik dan bergizi seimbang
  • Tepat waktu : MPASI diberikan ketika bayi berusia 6 bulan
  • Adekuat : MPASI yang diberikan mempertimbangkan jumlah, frekuensi, konsistensi/tekstur dan variasi makanan.
  • Aman : Memperhatikan kebersihan makanan dan peralatan. Mencuci tangan sebelum menyiapkan makanan dan sebelum memberikan makanan kepada anak.
  • Diberikan dengan cara yang benar : MPASI diberikan secara teratur (pagi,siang, sore/menjelang malam).

2. Pemantauan pertumbuhan : ibu dapat memantau pertumbuhan anak dan mendeteksi dini tanda-tanda stunting.

  • Praktik kebersihan : ibu dapat memastikan lingkungan rumah tetap bersih dan higienis untuk mencegah penyakit.
  • Dukungan emosional : ibu dapat memberikan dukungan emosional dan kasih saying kepada anak untuk meningkatkan kesehatan mental dan emosional.
  • Pendidikan gizi : ibu dapat memahami dan menerapkan pengetahuan gizi yang baik untuk memastikan anak mendapatkan nutrisi yang seimbang.
    Keterlibatan dalam pemeriksaan kesehatan : ibu dapat membawa anak untuk pemeriksaan kesehatan rutin dan memantau status kesehatan anak.

 

Peran ayah dalam pencegahan stunting :

  • Memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizi keluarga
  • Menyediakan makanan bergizi : ayah bertanggung jawab memenuhi kebutuhan makanan pokok bergizi yang sehat untuk seluruh anggota keluarga.
  • Memastikan akses pangan : ayah perlu memastikan keluarga memiliki cukup pangan dan gizi untuk tumbuh kembang anak yang optimal, terutama di masa krusial 1.000 HPK.
  • Dukungan untuk ibu hamil dan menyusui
  • Pendampingan pemeriksaan kehamilan : ayah harus aktif mendampingi istri memeriksakan kesehatan kandungan secara rutin dan memastikan terpenuhinya kebutuhan gizi selama kehamilan.
  • Lingkungan yang kondusif untuk ASI Eksklusif : ayah perlu menciptakan lingkungan yang nyaman dan mendukung agar ibu dapat memberikan ASI Eksklusif  selama 6 bulan pertama kehidupan bayi.
  • Dukungan emosional : berikan dukungan psikis dan emosional agar ibu tidak stress dan merasa aman, karena hai ini penting untuk kelancaran proses kehamilan,  melahirkan, dan menyusui.
  • Terlibat dalam pemberian makanan pendamping ASI : ayah dapat berperan dalam pemilihan dan persiapan makanan pendamping ASI yang bergizi dan seimbang ketika bayi mulai mengkonsumsi makanan padat.
  • Mendorong praktik kebersihan yang baik : ayah dapat memastikan lingkungan rumah tetap bersih dan higienis, serta membawa anak untuk pemeriksaan kesehatan rutin.
  • Edukasi dan peningkatan kesadaran : ayah dapat mencari informasi tentang gizi dan kesehatan anak, serta mengikuti program penyuluhan tentang kesehatan adan dan gizi.
  • Menjadi teladan : ayah dapat menjadi contoh bagi anak dalam hal pola hidup sehat, seperti mencuci tangan, menggosok gigi, dan membuang sampah pada tempatnya.

Dari peran ibu dan ayah dalam pencegahan stunting pada anak tetap diperlukan kerjasama dan komunikasi yang baik diantara keduanya sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan terhindar dari stunting. Ayah dan ibu senantiasa bekerjasama dan berkolaborasi dalam pengasuhan anak.  Kerjasama ini juga dapat memperkuat hubungan keluarga dan meningkatkan kesejahteraan anak. 

Dalam Islam pun mengajarkan bagaimana pola asuh orang tua kepada anak sesuai yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. . Pola asuh Rasulullah SAW dapat menjadi contoh yang baik bagi orang tua dalam mendidik anak agar sehat dan cerdas. 

1. Agar anak sehat :

  • ASI Eksklusif : Rasulullah SAW menekankan pentingnya ASI Eksklusif untuk bayi
  • Makanan seimbang : memberikan makanan yang seimbang dan bergizi untuk anak
  • Kebersihan : menjaga kebersihan lingkungan dan tubuh anak
  • Aktivitas fisik : mendorong anak untuk melakukan aktivitas fisik yang sehat

2. Agar anak cerdas :

  • Pendidikan : memberikan pendidikan yang baik dan sesuai dengan usia anak
  • Stimulasi : memberikan stimulasi yang tepat untuk meningkatkan kemampuan anak
  • Dukungan : memberikan dukungan dan motivasi kepada anak untuk belajar dan berkembang
  • Keterlibatan : terlibat dalam kegiatan anak dan memantau kemajuan mereka
  • Dengan menerapkan pola asuh seperti Rasulullah SAW, orang tua dapat membantu anak tumbuh dan berkembang menjadi individu yang sehat dan cerdas serta mengurangi problematika terjadinya stunting. 

Notes : Dari berbagai sumber

Apakah Anda Mempunyai Pertanyaan?

Untuk Informasi lebih lengkap, Anda dapat menghubungi customer service kami 0266-241461/241463 - Nomor Gateaway 0858 6179 3307

Jl.Jendral Sudirman No.3 kota Sukabumi Jawa Barat 43123
(0266)22663, 241461, 241463
Admin SAFA (Salam Assyifa) 0856-5986-4559
rsi_assyifa@yahoo.co.id - pemasaranassyifa@yahoo.com