Sahabat sehat Assyifa, sebagai manusia kita perlu menjaga kebersihan diri dan lingkungan agar tetap sehat dan tidak menularkan kuman bagi diri sendiri atau orang lain. Berbagai perawatan diri personal hygine yang dilakukan untuk menjaga kebersihan diri seperti mandi, menyikat gigi, mencuci tangan, dan memakai pakaian yang bersih. 

Penyakit yang sering muncul karena kurangnya kebersihan diri salah satu nya yaitu  penyakit yang menyerang kulit. Kulit merupakan organ terluar yang melindungi tubuh dari berbagai macam bahaya salah satu nya sebagai pelindung dari infeksi yang dapat masuk ke dalam tubuh seperti infeksi jamur, virus, parasit dan bakteri. Salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh parasit adalah skabies. Skabies adalah kondisi pada kulit yang tidak hanya dapat menyebabkan infeksi dalam tubuh tetapi juga sangat mengganggu. Penderita tidak dapat menghindari untuk menggaruk setiap saat akibat adanya tungau (kutu skabies) di bawah kulit. 

Angka kejadian skabies di dunia masih tergolong cukup tinggi yaitu berkisar 300 juta kasus per tahun. Penyakit skabies endemis di wilayah beriklim tropis dan subtropis, seperti Afrika, Amerika Selatan, Karibia, Australia Tengah dan Selatan, dan Asia. Kelainan skabies menempati urutan ke3 dari 12 penyakit kulit tersering di Indonesia. Data Depkes RI pada tahun 2008 menunjukkan angka kejadian skabies sebesar 5,6% hingga 12,95%. 

Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes Scabiei varian hominis. Penyakit skabies sering disebut kutu badan atau kudis, penyakit ini juga mudah menular dari manusia ke manusia, dari hewan ke manusia, dan sebaliknya. Skabies ditularkan dengan kontak langsung (kontak kulit dengan kulit) dan tidak langsung (melalui benda). Skabies terjadi baik pada laki-laki maupun perempuan di semua daerah, semua kelompok usia, ras. Penderita tidak dapat menghindari untuk menggaruk setiap saat akibat adanya tungau (kutu skabies) di bawah kulit. Hal ini menjadi penderitaan pada banyak orang dikarenakan tidak dapat tidur dengan tenang di malam hari disebabkan karena rasa gatal. Penyebaran skabies yang semakin meluas disebabkan oleh banyak faktor. Faktor yang paling dominan adalah sosio-ekonomi yang rendah, kurangnya pengetahuan mengenai penyakit skabies serta hygiene yang buruk. Faktor lain yang berperan antara lain salah diagnosis dan perkembangan dermografik serta ekologi. Oleh karena itu perlu adanya dukungan tenaga kesehatan membantu dalam rangka tidak hanya tindakan kuratif, tetapi juga promotif dan preventif. edukasi mengenai penyakit skabies ini penting dalam pencegahan penyakit dan menularnya penyakit ke komunitas, karena penyakit ini mudah sekali menular terutama pada pemukiman yang padat.

Maka dari itu kami ingin melakukan edukasi dan memberikan sedikit ilmu terkait dengan Pencegahan penyakit Skabies melalui tulisan ini, agar semua lapisan masyarakat dapat berperan dalam mencegah kasus skabies. 

Terdapat gejala-gejala pada penyakit skabies agar kita tetap waspada yaitu muncul bentol-bentol kemerahan dan muncul ruam kulit yang membentuk garis seperti terowongan, bertambah gatal saat panas dan berkeringat, terutama malam hari. Dan terdapat Riwayat sakit serupa pada orang dirumah dan sekitar rumah yang berkontak. Pencegahan penyakit ini sangat erat kaitannya dengan kebersihan dan lingkungan yang kurang baik oleh sebab itu untuk mencegah penyebaran penyakit ini dapat dilakukan dengan cara : 

1. Mandi secara teratur dengan menggunakan sabun.

2. Mencuci pakaian, sprei, sarung bantal, selimut dan lainnya secara teratur minimal 2 kali dalam seminggu.

3. Menjemur kasur dan bantal minimal 2 minggu sekali. 

4. Tidak saling bertukar pakaian dan handuk dengan orang lain. 

5. Hindari kontak dengan orang-orang atau kain serta pakaian yang dicurigai terinfeksi tungau skabies. 

6. Menjaga kebersihan rumah dan berventilasi cukup. 

7. Menjaga kebersihan tubuh sangat penting untuk menjaga infestasi parasit. Sebaiknya mandi dua kali sehari, serta menghindari kontak langsung dengan penderita, mengingat parasit mudah menular pada kulit.

Penatalaksanaan Ketika sudah terinfeksi skabies meliputi pengobatan dengan obat dan menjaga kebersihan tubuh seperti  Cuci sisir rambut, perhiasan rambut dengan cara merendam di cairan antiseptik. Cuci semua handuk, pakaian, sprei dalam air sabun hangat dan gunakan seterika panas untuk membunuh semua telurnya, atau dicuci kering. Keringkan peci yang bersih, kerudung dan jaket. Hindari pemakaian bersama sisir, mukena atau jilbab.

Untuk obat yang digunakan dapat dikonsultasikan dengan dokter terkait pemilihan obat nya. Perlu diketahui semua orang dalam satu rumah harus diobati secara bersamaan untuk menghindari tingkat kekambuhan dan efektivitas dalam pengobatan.

Di tengah perjuangan kita melawan pandemi covid ini terkadang kita melupakan kasus yang sudah lama ada di Indonesia, semoga dengan tulisan ini kita dapat memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan agar terhindar dari penyakit skabies, dan semoga tulisan ini menambah ilmu kita semua sehingga kita dapat menerapkannya di masa yang mendatang aamiin ya rabbal ‘alamin. Salam sehat untuk warga sukabumi, saya memohon maaf bila ada kesalahan kata atau tulisan, wassalamu’alaikum wr. wb