Assalamu’alaikum Wr. Wb. Apa kabar sahabat sehat Assyifa? Hari Kanker Sedunia setiap tahunnya diperingati pada tanggal 4 Februari. Kanker merupakan beban global karena transisi epidemiologi dunia, yaitu bergesernya masalah kesehatan dari penyakit menular (infeksi virus, bakteri, jamur, dan mikroorganisme lain) menjadi penyakit tidak menular. Perubahan inilah yang menjadi beban ganda di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Penyakit kanker merupakan salah satu penyakit tidak menular, yang ditandai dengan adanya sel abnormal yang berkembang tanpa terkendali dan memiliki kemampuan menyerang dan berpindah didalam tubuh. Kanker terdiri dari berbagai jenis, tergantung dari organ tubuh yang menjadi tempat pertumbuhan sel dan jaringan kanker. Kanker yang paling banyak ditemukan di Dunia adalah kanker paru, payudara, prostat, kolorektal, dan lambung.

Berdasarkan data Global Burden of Cancer Study (Globocan) dari WHO, negara-negara di Asia memiliki kontribusi terbesar pada insiden kanker di seluruh dunia. Angka kejadian kanker di Asia pada tahun 2018 tercatat sejumlah 8,7 juta kasus dengan 9,6 juta kasus kematian. Angka kematian ini diperkirakan akan terus meningkat hingga lebih dari 13,1 juta pada tahun 2030. Total kasus kanker di Indonesia pada tahun 2020 mencapai 396.914 kasus dengan angka kematian 234.511 kasus. Angka kejadian kanker meningkat signifikan pada usia diatas 35 tahun dan ditemukan lebih banyak pada perempuan dibandingkan laki-laki. Berdasarkan data Rumah Sakit Kanker Dharmais tahun 2018 menunjukkan bahwa kasus kanker terbanyak (laki-laki dan perempuan) adalah kanker payudara (19,18%), kanker serviks (10,69%), dan kanker paru (9,89%). 

Kanker payudara merupakan keganasan yang menyerang jaringan payudara. Faktor risiko kanker payudara antara lain jenis kelamin wanita, usia > 50 tahun, riwayat keluarga dan genetik, riwayat penyakit payudara sebelumnya, riwayat menstruasi dini (< 12 tahun), riwayat reproduksi (tidak memiliki anak dan tidak menyusui), hormonal, obesitas, konsumsi alkohol, riwayat radiasi dinding dada, dan faktor lingkungan. Perkiraan angka kejadian di Indonesia adalah 12/100.000 wanita, dengan angka mortalitas 27/100.000 atau 18% dari kematian pada wanita. Kanker payudara juga dapat diderita oleh laki-laki dengan angka kejadian sekitar 1 %. Umumnya kasus kanker payudara di Indonesia ditemukan pada stadium yang lanjut, ketika upaya pengobatan telah sulit dilakukan. Oleh karena itu, kita perlu memahami upaya pencegahan dan diagnosis dini kanker payudara. 

Pencegahan kanker payudara dilakukan dengan skrining, pemeriksaan atau usaha untuk menemukan abnormalitas yang mengarah pada kanker payudara, terutama pada seseorang atau kelompok orang yang tidak memiliki keluhan. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya preventif untuk deteksi dini kanker payudara seperti pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Upaya ini umumnya dilakukan pada perempuan dengan rentang usia 30-50 tahun dan dianjurkan 7-10 hari setiap bulannya. Langkah SADARI yaitu:

1. Pemeriksaan dilakukan dalam posisi berdiri tegak. Perhatikan bila ada perubahan bentuk dan permukaan kulit payudara, serta pembengkakan dan atau perubahan puting. 

2. Kemudian angkat kedua lengan ke atas, tekuk siku, dan posisikan tangan di belakang kepala. Dorong siku ke depan dan cermati kondisi payudara, lalu dorong siku ke belakang dan cermati kondisi payudara.

3. Posisikan kedua tangan pada pinggang, condongkan bahu ke depan, sehingga payudara dalam posisi menggantung dan dorong kedua siku ke depan dan kencangkan otot dada.

4. Angkat lengan kiri ke atas dan tekuk siku. Tangan kiri memegang punggung bagian atas. Raba dan tekan area payudara menggunakan ujung jari tangan kanan, serta cermati seluruh bagian payudara kiri hingga ke area ketiak.

5. Lakukan perabaan dengan gerakan atas-bawah, gerakan lingkaran, dan gerakan lurus dari arah tepi payudara ke puting dan sebaliknya. Ulangi gerakan serupa pada payudara kanan.

6. Cubit kedua puting dan cermati apakah terdapat cairan yang keluar.

7. Pada posisi tiduran, letakkan bantal di bawah pundak kanan. Angkat lengan ke atas. Perhatikan payudara kanan dan lakukan perabaan. Dengan menggunakan ujung jari-jari, tekan-tekan seluruh bagian payudara hingga ke sekitar ketiak.

Perubahan transisi epidemiologi penyakit menular menjadi penyakit tidak menular merupakan hal yang perlu kita ketahui. Deteksi dini kanker menjadi upaya preventif yang diharapkan dapat menekan angka kejadian dan kematian akibat kanker, terutama kanker payudara yang merupakan salah satu kanker terbanyak ditemukan di Indonesia. Penulis berharap dengan tulisan ini dapat menambah pemahaman kita semua tentang beban ganda yang terjadi diseluruh dunia termasuk Indonesia dan pentingnya untuk melakukan deteksi dini dengan skrining. Salam sehat untuk seluruh warga Sukabumi, penulis memohon maaf apabila terdapat kesalahan kata ataupun tulisan. 

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.