ARTIKEL

Oleh : Siti Saarah Nurbaeti, A.Md.AK
Jabatan/Bagian : Kepala Instalasi Labolatorium

Diposting Pada Tgl : 28/04/2026

Pentingnya Pemeriksaan Laboratorium untuk Menegakkan Diagnosa


Tidak semua penyakit bisa diketahui hanya dari gejala. Banyak kondisi memiliki tanda yang mirip, sehingga diperlukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan diagnosis secara tepat dan akurat.

Pemeriksaan laboratorium adalah serangkaian uji medis yang dilakukan terhadap spesimen tubuh untuk mengetahui kondisi kesehatan seseorang. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi berbagai penyakit sejak dini, bahkan sebelum gejala muncul.

Pemeriksaan laboratorium dilakukan oleh tenaga profesional yaitu Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) yang memiliki kompetensi dalam pengelolaan spesimen, pengoperasian alat, serta analisis hasil pemeriksaan. Ketelitian dan keahlian mereka sangat menentukan kualitas hasil yang diperoleh.

Peran Pemeriksaan Laboratorium dalam Diagnosis ? 

  • Memastikan diagnosis
    Membedakan penyakit yang memiliki gejala serupa (misalnya demam karena infeksi atau sebab lain)
  • Mendeteksi penyakit sejak dini
    Beberapa penyakit tidak bergejala di awal, seperti diabetes atau gangguan ginjal
  • Menentukan tingkat keparahan penyakit
    Membantu dokter mengetahui kondisi pasien secara lebih detail
  • Sebagai dasar penentuan terapi
    Pengobatan yang diberikan menjadi lebih tepat sasaran
  • Memantau perkembangan penyakit
    Menilai apakah kondisi pasien membaik atau memburuk

Beberapa Contoh Pemeriksaan Laboratorium :

  1. Pemeriksaan hematologi darah lengkap → mengetahui infeksi atau anemia
  2. Pemeriksaan gula darah →mengetahui diabetes
  3. Pemeriksaan HbA1c → mengkontrol gula darah jangka panjang selama 3bulan (diabetes)
  4. Pemeriksaan Urea, Creatinin→ menilai kerusakan organ ginjal
  5. Pemeriksaan SGOT, SGPT, Bilirubin → menilai kerusakan organ hati
  6. Pemeriksaan Profil Lipid (Cholesterol, Trigliserida, HDL, LDL) → menilai kadar lemak dalam darah
  7. Elektrolit (Na, K, Cl, Ca, Mg) → mengetahui keseimbangan cairan & fungsi organ
  8. Analisa gas darah (AGD) → menilai kondisi pernapasan dan keseimbangan tubuh
  9. Hormon TSH, T3, T4 → mengetahui fungsi tiroid
  10. Urine Lengkap → mengetahui infeksi, gangguan ginjal, diabetes
  11. Pemeriksaan Feses rutin → mengetahui infeksi saluran pencernaan

Yuk, perhatikan hal-hal berikut sebelum periksa laboratorium:

  • Puasa 10–12 jam untuk pemeriksaan Profil Lipid (Cholesterol, Trigliserida, HDL, LDL)
  • Puasa 8 -10 jam untuk pemeriksaan gula darah puasa
  • Gunakan urin pagi untuk pemeriksaan urin
  • Beri tahu petugas kalau kamu sedang minum obat/suplemen
  • Istirahat cukup dan jangan olahraga berat dulu

Risiko Tanpa Pemeriksaan laboratorium :

  1. Salah diagnosis
  2. Pengobatan tidak tepat
  3. Penyakit terlambat terdeteksi
  4. Kondisi bisa semakin parah

Kapan Harus Melakukan Pemeriksaan?

  1. Saat ada keluhan kesehatan
  2. Pemeriksaan rutin (medical check-up)
  3. Kontrol penyakit kronis
  4. Sebelum tindakan medis 

Penutup
Pemeriksaan laboratorium adalah langkah penting dalam dunia medis untuk memastikan diagnosis yang tepat. Tanpa pemeriksaan ini, penanganan penyakit bisa kurang akurat. Dengan melakukan pemeriksaan secara rutin, kita dapat menjaga kesehatan, mendeteksi penyakit lebih dini, dan meningkatkan kualitas hidup.

Pesan untuk Anda.
Jangan ragu melakukan pemeriksaan laboratorium sesuai anjuran dokter.
Diagnosis tepat = Pengobatan tepat = Kesehatan lebih terjaga

Apakah Anda Mempunyai Pertanyaan?

Untuk Informasi lebih lengkap, Anda dapat menghubungi customer service kami 0266-241461/241463 - Nomor Gateaway 0858 6179 3307

Jl.Jendral Sudirman No.3 kota Sukabumi Jawa Barat 43123
(0266)22663, 241461, 241463
Admin SAFA (Salam Assyifa) 0856-5986-4559
rsi_assyifa@yahoo.co.id - pemasaranassyifa@yahoo.com