ARTIKEL

Oleh : dr. Hayatunnufus Putrialif
Jabatan/Bagian : Dokter Internship

Diposting Pada Tgl : 25/06/2026

MENGAPA GERD SERING KAMBUH DI MALAM HARI


Tidak hanya satu atau dua orang di sekitar saya yang sering kali mengeluhkan terbangun dengan sensasi seperti terbakar di dada (heartburn), nyeri ulu hati, atau rasa asam pada mulut, yang tentu terasa sangat mengganggu. GERD (gastroesophageal reflux disease) dapat terjadi pada saat matahari masih bersinar, tetapi biasanya menjadi terasa lebih parah dan sering kambuh pada malam hari. Untuk mengurangi ketidaknyamanan karena kekambuhan di malam hari, kita perlu memahami mengapa hal tersebut bisa terjadi. 

Mengapa asam lambung naik di malam hari

Reflux terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan (esofagus). Beberapa faktor dapat menyebabkan hal ini lebih sering terjadi di malam hari.

1. Posisi Berbaring

Ketika kita berbaring terlentang, gravitasi tidak lagi bekerja membantu menahan asam lambung tetap berada di dalam lambung. Hal ini memudahkan asam lambung naik kembali ke esofagus.

2. Aktivitas Pencernaan Menurun

Organ pencernaan kita bekerja lebih lambat saat kita tidur. Artinya, makanan yang kita telan akan lebih lama berada di lambung sehingga reflux bisa lebih mudah terjadi. Ditambah lagi dengan berkurangnya air liur yang diproduksi saat kita tidur membuat netralisasi asam berkurang.

3. Makan Terlalu Dekat dengan Waktu Tidur

Makan terlalu dekat dengan waktu tidur sama saja dengan memberikan waktu yang lebih sempit untuk tubuh kita mengosongkan lambung sebelum berbaring. Apalagi bila makanan yang dikonsumsi berjumlah cukup banyak atau makanan berat.

4. Relaksasi Sphincter Esophagus

Ketika kita tidur, otot yang memisahkan lambung dan esofagus menjadi lebih kendur dari biasanya sehingga asam lambung bisa melewatinya. 
Nah, sekarang kita lebih paham apa yang menyebabkan kambuhnya GERD di malam hari. 

Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah hal-hal tersebut terjadi? 

  • Hindari makan dekat-dekat waktu tidur. Bermurah hatilah kepada tubuh kita sendiri dengan memberikan cukup waktu bagi lambung untuk bekerja mengosongkan isinya. Beri jeda setidaknya dua atau tiga jam setelah makan.
  • Bila bagian kepala tempat tidurmu bisa dinaikkan lebih tinggi, naikkan 15 – 20 cm lebih tinggi dari bagian badan.
  • Hindari makanan yang biasanya mencetus reflux, seperti makanan pedas, makanan berlemak atau goreng-gorengan, coklat, kafein, alkohol, makanan olahan dari tomat. 
  • Jaga berat badan tetap ideal. Berat badan berlebih membuat tekanan area perut (abdomen) lebih tinggi yang menyebabkan naiknya asam lambung mudah terjadi, terutama saat berbaring.

Tidak semua asam lambung naik adalah GERD, tetapi mengabaikan gejala juga sebaiknya tidak dilakukan. Asam lambung naik dapat terjadi pada semua orang namun apabila gejala reflux terjadi dua kali atau lebih per minggu, gejala malam hari sudah mengganggu tidur, kesulitan menelan, batuk kronis atau tidak nyaman pada kerongkongan, gejala yang tidak membaik dengan perubahan gaya hidup mungkin kamu perlu memeriksakannya ke dokter. GERD yang tidak diobati dapat menyebabkan peradangan, kerusakan esofagus, atau komplikasi lainnya seiring berjalannya waktu.

Apakah Anda Mempunyai Pertanyaan?

Untuk Informasi lebih lengkap, Anda dapat menghubungi customer service kami 0266-241461/241463 - Nomor Gateaway 0858 6179 3307

Jl.Jendral Sudirman No.3 kota Sukabumi Jawa Barat 43123
(0266)22663, 241461, 241463
Admin SAFA (Salam Assyifa) 0856-5986-4559
rsi_assyifa@yahoo.co.id - pemasaranassyifa@yahoo.com