Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Hari gizi nasional akan diperingati dalam waktu dekat, yaitu pada tanggal 25 januari. Namun gagal tumbuh kembang/stunting masih menjadi persoalan besar bagi anak-anak di Indonesia. Stunting merupakan kurangnya asupan gizi pada anak yang berlangsung lama dan menyebabkan terhambatnya perkembangan otak dan tumbuh kembang anak.

Berdasarkan Global Nutrition Report pada tahun 2018 menunjukkan dari 132 negara dengan angka kejadian stunting di dunia, Indonesia berada pada peringkat ke-108, sedangkan di kawasan Asia Tenggara, Indonesia menempati urutan tertinggi ke dua setelah Kamboja. Angka tersebut tentu sangatlah mengkhawatirkan, mengingat sumber daya yang paling berharga bagi suatu negara adalah sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Oleh karena itu, dapat kita sadari bahwa pemenuhan gizi anak saat ini sangatlah penting demi kualitas sumber daya Indonesia di masa depan.

Dalam rangka dimulainya kembali proses pembelajaran tatap muka 100% pada tingkat sekolah dasar (SD) hingga tingkat sekolah menengah atas (SMA), penting bagi para orang tua memenuhi kebutuhan gizi anak-anaknya untuk menjaga imunitas agar terhindar dari berbagai penyakit, terutama infeksi virus Covid-19. Imunitas tubuh berkaitan erat dengan tercukupi atau tidaknya asupan makan yang bergizi pada anak. Dengan asupan yang cukup, baik dari segi jenis, jumlah, serta frekuensinya, maka imunitas akan dengan sendirinya terbentuk sehingga anak mampu terhindar dari berbagai penyakit infeksi. Asupan gizi seimbang dapat dimulai dengan memberikan makan pada anak secara teratur tiga kali sehari.

Saat makan pagi, siang, dan malam, asupan yang dikonsumsi harus mengandung 5 unsur, yaitu karbohidrat (nasi, roti, gandum, jagung, umbi-umbian), protein/lemak hewani (ayam, ikan, seafood, daging sapi, susu), protein nabati (tahu, tempe, kacang-kacangan), vitamin (sayuran, buah-buahan), dan mineral.

Karbohidrat dapat digilir sesuai waktu makan, karena setiap jenis karbohidrat memiliki kandungan serat dan gula yang berbeda. Mengkonsumsi beras merah dan beras hitam lebih baik dibandingkan beras putih biasa, karena mengandung lebih banyak serat dan lebih rendah gula.

Selain itu, beras hitam mengandung lebih banyak protein, kalium, antioksidan, dan vitamin E dibandingkan jenis beras lainnya. Membiasakan mengkonsumsi lauk pauk berprotein tinggi seperti daging, ikan, dan telur penting bagi pertumbuhan dan perbaikan sel tubuh yang rusak, serta berperan dalam pembentukan tulang dan pertumbuhan anak. Sayur dan buah yang didalamnya banyak mengandung antioksidan, mineral, dan vitamin dapat membantu proses metabolisme yang berperan dalam tumbuh kembang anak.

Minum air putih minimal 8 gelas sehari agar tubuh selalu terhidrasi karena air diperlukan untuk mengedarkan berbagai zat gizi ke seluruh tubuh. Terdapat berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan gizi anak yakni dengan mengoptimalkan peran dari berbagai lapisan, mulai dari guru, orang tua, serta anak itu sendiri.

Kebijakan sekolah seperti mewajibkan siswa membawa bekal dari rumah dirasa dapat menjadi salah satu opsi agar anak tidak membeli makanan dari luar yang belum terjamin gizi serta kehigienisannya. Membiasakan anak untuk selalu sarapan pagi sebelum beraktivitas merupakan hal yang bisa diterapkan oleh orang tua.

Sarapan pagi dapat memelihara ketahanan fisik dan meningkatkan fokus. Bagi anak, sarapan pagi juga bermanfaat untuk membentuk pola makan sehat sejak dini. Salah satu cara pemenuhan kebutuhan nutrisi anak yang tidak kalah penting adalah dengan menjadi role model bagi anak.

Orang tua sebaiknya mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang dan sehat. Dengan demikian, anak pun akan otomatis mengikutinya. Perjuangan kita melawan pandemi Covid-19 memang belum usai, namun tentu kita pun jangan melupakan persoalan gangguan tumbuh kembang anak yang diakibatkan oleh kurangnya asupan gizi seimbang.

Penulis berharap dengan adanya tulisan ini seluruh pihak dapat berperan dalam mengoptimalkan perbaikan gizi demi memastikan pemenuhan gizi seimbang bagi anak, karena gizi seimbang merupakan fondasi untuk menciptakan generasi yang cerdas dan sehat. Salam sehat untuk warga sukabumi, penulis memohon maaf bila terdapat kesalahan pada kata maupun tulisan, Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.